A SUFISTIC LOVE-BASED CURRICULUM MODEL FOR DEVELOPING STUDENTS' RELIGIOUS MODERATION AT MTSS AL-MA’RUF PASAR KAMBANG

Authors

  • Zilhidayati Universitas Negeri Padang, West Sumatera, Indonesia
  • Ahmad Rivauzi Universitas Negeri Padang, West Sumatera, Indonesia
  • Wirdati Universitas Negeri Padang, West Sumatera, Indonesia
  • Halomoan Universitas Negeri Padang, West Sumatera, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30868/ei.v15i03.10714

Keywords:

Kurikulum Berbasis Cinta, Tasawuf, Internalisasi Mahabbah, Moderasi Agama, SMIM

Abstract

This research is motivated by the character crisis and religious intolerance, necessitating a transformation of the Islamic education system toward a more inclusive and humanistic direction. The purpose of this study is to analyze the philosophical, religious, psychological, pedagogical, and Sufistic foundations of the Love-Based Curriculum (LBC) and to formulate a model for internalizing the value of mahabbah to develop students' religious moderation at MTsS Al-Ma’ruf Pasar Kambang. This study employs a qualitative approach with an exploratory case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with the principal, teachers, and students, and documentation, which were then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings indicate that the LBC is built upon five integrative foundations philosophical, religious, psychological, pedagogical, and Sufistic that position the value of mahabbah as the spirit of education. The internalization process is formulated into the Sufistic Mahabbah Internalization Model (SMIM), comprising stages of receiving, understanding, experiencing, internalizing, and manifesting. The findings suggest that this internalization process may contribute to the development of students' religious moderation, encompassing the dimensions of tasamuh, tawazun, i’tidal, musawah, syura, and rahmah. The study concludes that implementing LBC with a Sufism perspective provides a contextual educational framework capable of unifying intellectual aspects with spiritual depth and serves as a preventive instrument for addressing tendencies toward intolerance.

References

Abdullah, A. (2019). Multikulturalisme dalam pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Abdullah, M. Yatimin. (2019). Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Amzah.

Abdurrahmansyah. (2023). Kajian teoritik dan implementatif pengembangan kurikulum. Palembang: Noer Fikri.

Adib, Abdul (2025). Integrasi Tasawuf Dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Strategi Pengembangan Nilai Spiritual Dan Karakter di Madrasah Tsanawiyah. An Najah : Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan. Vol 4 (4), 412-419. https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/761.

Aisyah, S., & Zainal. (2026). Manajemen kurikulum berbasis cinta: Ikhtiar membangun pendidikan Islam yang humanis dan transformatif. Qolamuna: Jurnal Studi Islam, 11(2), 437–450. https://doi.org/10.55120/qolamuna.v11i02.2612.

Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. (1999). The Concept of Education in Islam. Kuala Lumpur: ISTAC.

Al-Ghazali. (2011). Ihya’ Ulumuddin. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah.

Alsi, I., Husaini, M. Y., & Nugraha, R. M. (2026). Internalisasi nilai-nilai kurikulum cinta melalui kegiatan menulis sebagai pendekatan pendidikan karakter dalam perspektif pendidikan Islam: Sebuah kajian konseptual. Ulumuddin: Journal of Islamics Study, 2(1). https://doi.org/10.62824/bc614s39.

Arham, R. (2025). Model kurikulum cinta di MIN 22: Ekoteologi, moderasi, nasionalisme. Journal of Islamic Education Studies, 4(1), 89–96. https://doi.org/10.58569/jies.v4i1.1331

Arifin, F., Ali, M., & Syaifudin, M. (2026). Internalisasi Nilai-nilai Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Islam Integratif di SMP Al-Madina Boarding School Wonosobo. Journal in Teaching and Education Area, 3(1), 166-182. https://doi.org/10.69673/yd6n0z74.

Azra, Azyumardi. (2019). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Jakarta: Kencana.

Dinata, F. R., Kuswadi, A., Sutomo, E., & Wulandari, E. (2025). Konsep Kurikulum Cinta sebagai Landasan Pembentukan Karakter Islami Anak Usia Dini. El-Mumtaz: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 13-18. https://ejournal.stit-alhikmahwk.ac.id/index.php/elmumtaz/article/view/20

Fahruddin, A. H., Afandi, A., Rahman, M., Masrufah, M., Mo’tasim, M., & Musthofa, I. (2026). Love Curriculum in Islamic education: Fostering Tolerance and Religious Moderation. Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education, 7(2), 338–355. https://doi.org/10.31538/tijie.v7i2.2519

Faruq, Umarul. (2025). Kurikulum Berbasis Cinta Sebagai Strategi Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Islam di Indonesia. Journal Of Religious Policy. 4 (2). 217-236. https://doi.org/10.31330/repo.v4i2.112.

Hamalik, O. (2011). Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Hidayati, L. & Maula, I. (2025). Peradaban Pesantren Sebagai Model Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta: (Analisis Terhadap Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 Tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta). Qalam: Jurnal Pendidikan Islam, 6(02), 49-59. https://doi.org/10.57210/qalam.v6.i02.240.

Hilmy, M. (2025, Desember 1). Menakar Kurikulum Cinta. Kompas.id.

Inayah, S. dkk. (2025). Kurikulum Cinta: Menanamkan Nilai Kasih, Toleransi, dan Harmoni dalam Pendidikan Sejak Dini. Majalengka: Edupedia Publisher.

Kallabe, N.A., Zainuri, A., Ali,M., Abdurrazaq, & Jhoni, M. (2026). Peran Tradisi Keagamaan Dan Kurikulum Berbasis Cinta Dalam Membentuk Identitas Keislaman Siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI), 3(4), 867-874. https://doi.org/10.62017/jppi.v3i4.8096.

Kartanegara, M. (2018). Menembus Batas Waktu: Panorama Filsafat Islam. Bandung: Mizan.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025). Panduan Kurikulum Berbasis Cinta. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Khairani, V., Fitriani, Ekowati, E., Daulay, I. R., Darmawan, D., Anggraini, V., & Aslami, S. (2025). Kurikulum cinta sebagai strategi moderasi beragama dalam dunia pendidikan: Tinjauan literatur. Studia Sosia Religia, 8(2), 75–83. https://doi.org/10.51900/ssr.v8i2.25008.

Langgulung, H. (2003). Asas-Asas Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Al Husna.

Lickona, T. (2017). Educating for Character: Mendidik untuk Membentuk Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.

Lubis, M. H. (2025). Optimizing the role of training institutions in implementing love-based curriculum in madrasahs. JENTRE, 6(2). https://doi.org/10.38075/jen.v6i2.553

Mujahidin. (2024). Internalisasi nilai-nilai tasawuf dalam pembentukan sikap moderasi beragama. Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman, 13(2), 285–301. https://doi.org/10.54437/juw.v13i2.1450

Mukhlisin (2024). Moderasi Beragama Perspektif Ilmu Tasawuf. Jurnal Alasma: Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah, 5(2), 115-120. https://jurnalstitmaa.org/index.php/alasma/article/view/106.

Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyasana, D. (2022). Pendidikan Bermutu dan Berdaya Saing. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muslikh, Sholikhudin, A., & Ma’ruf, A. (2026). Implementasi kurikulum berbasis cinta sebagai preventif radikalisme siswa. Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, 7(3), 811–820. https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i3.23185.

Nadlir. (2025). Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam: Kurikulum berbasis cinta di sekolah dan madrasah. Sukoharjo: Tahta Media.

Nata, A. (2016). Pendidikan dalam perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Prenadamedia Group

Negara, T. N. (2026). Manajemen implementasi kurikulum berbasis cinta dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Tsanawiyah. Al-Idarah: Journal of Islamic Education Management, 1(1), 1–15. https://orcid.org/0009-0005-4113-3090.

Nurhilaliyah, & Anam, Muh. (2025). Efektifitas Kurikulum Cinta Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk Membentuk Karakter Moderasi Beragama Di Perguruan Tinggi Umum. Teladan: Jurnal Pendidikan Umum dan Karakter. 1. 86-96. https://doi.org/10.66053/jpuk.v1i2.40

Pernaningtik, N. A., Maulana, A. A., Firnanda, N. E. P. ., & Ramadhan , N. . (2026). Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (Kbc) Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Ma Nur Al-Jadid Waru Sidoarjo . Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 6(1), 2081–2091. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.6771

Pratama, Maylanny & Permatasari, Iin & Herawati, Emy & Irama, Dedi & Suprianto, Miki & Pitriani, Yetri. (2025). Implementasi Pendidikan Sufistik Sebagai Penguatan Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Melalui Pendidikan Agama Islam. Edification Journal: Pendidikan Agama Islam 7 (2). 209-217. https://doi.org/10.37092/ej.v7i2.992.

Putri, L. D. F., & Rohma, D. P. A. (2025). Kurikulum berbasis cinta (KBC) dalam perspektif QS. Āli 'Imrān [3]: 31: Membangun ruh cinta kepada Allah, Rasul, dan alam dalam pendidikan. Prosiding AnSoPS (Annual Symposium on Pesantren Studies), 4. https://proceeding.iainkediri.ac.id/index.php/ansops/article/view/88

Rafi, M., Hakim, A. R., Shiddiq, A., Amnur, I., & Tanjung, M. (2025). Kurikulum cinta dalam perspektif Al-Qur’an: Analisis nilai rahmah dalam QS. Al-Anbiya [21]:107. Mudabbir: Jurnal Manajemen Dakwah, 5(2). 3526-3536 https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.1978

Rahmah, N. S. A., & Cahyadi, A. (2026). Relevansi model pembelajaran inovatif pada PAI sebagai sarana transformasi kurikulum berbasis cinta. Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam, 1(4).1561-1571. https://journal.al-afif.org/index.php/al-ilmiya/article/view/796

Rivauzi, A., Halomoan, Yusuf, M., Wahyuni, E., & Azizah, C. N. (2025). Integration of Sufi epistemology and adherence to the Sharia: A model for mainstreaming the moderation of Islamization at Madrasah Tarbiyah Islamiyah, Indonesia. JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah), 24(2), 311–330. https://doi.org/10.31958/juris.v24i2.15756

Rivauzi, A., Halomoan, Yusuf, M., Wirdati, & Mohd Nor, M. R. (2026). The epistemology of spiritual education in the West Sumatran Syattariyah manuscript tradition: A living manuscript as epistemological instrument of Sufi reception. Jurnal Lektur Keagamaan, 24(1), 212–243. https://doi.org/10.31291/jlka.v24.i1.1639

Sakur, A., Khobir, A., Al Farizi, M. U. F., & Acetylena, S. (2026). Rekonstruksi kurikulum cinta berbasis moderasi beragam di MTs Azharul Ulum 02 pada era digital 2026. Jurnal Ilmiah Research Student, 3(1). 423-427. https://doi.org/10.61722/jirs.v3i1.8675.

Sari, Y., Marzuki, & Zulkhairi, T. (2026). Conceptualizing Spiritual Value Internalization in Pesantren Education: the Role of the Suluk Tradition. Ta'dib Journal, 29(1), 73-89. https://doi.org/10.31958/jt.v29i1.16777

Shihab, Quraish. (2019). Wasathiyyah: Wawasan Islam tentang Moderasi Beragama. Tangerang: Lentera Hati.

Suharni & Adisel (2026). Perspektif Sosiologi tentang Kurikulum Berbasis Cinta di Kementerian Agama. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Desain Media Pembelajaran, 1(1), 38-42. https://ejournalajipati.or.id/index.php/Jtpdmp/article/view/39

Syafi'i, A., & Akmal. (2026). A philosophical analysis of the curriculum of love from an Islamic educational perspective: Applications and challenges. TIFA: Journal of Integrated Islamic Knowledge and Education, 1(1). 34-45. https://e-jurnal.iainsorong.ac.id/index.php/tifa/article/view/3045.

Syaripudin, A., Sukiman, & Hasna, R. (2025). Kurikulum 2013 dan Kurikulum Cinta Kemenag: Strategi Integratif dalam Pendidikan Karakter dan Spiritual. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 288-299. https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.24768

Taabudillah, M. H., Muslim, H., & Habibi, M. S. (2026). Implementasi kurikulum berbasis cinta melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning): Pembelajaran pendidikan agama Islam. Sosiotekno: Jurnal Ilmu Sosial Teknologi, 1(1). 34-41. https://doi.org/10.59064/sosiotekno.v1i1.108

Taufikurrahman, & Zahranah, Syakira. (2023). Implementasi Nilai Moderasi Beragama Dalam Membangun Karakter Sosial Siswa. Jurnal Pendidikan Islam. 13. 141-157. https://doi.org/10.38073/jpi.v13i2.1175.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara.

Wahid Foundation. (2022). Survei Nasional: Potensi Intoleransi dan Radikalisme Sosial Keagamaan di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia. Jakarta: Wahid Foundation.

Downloads

Published

30-08-2026

Citation Check