IMPLEMENTATION OF MULTICULTURAL EDUCATION IN PESANTREN IN POLEWALI MANDAR REGENCY

Authors

  • Nurzamsinar Universitas Islam Darud Da’wah Wal-Irsyad A.G.H. Abdurrahman Ambo Dalle, Indonesia
  • Abdul Halik Institut Agama Islam Negeri Parepare, Indonesia
  • Tobroni Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
  • Sudirman Universitas Islam Darud Da’wah Wal-Irsyad A.G.H. Abdurrahman Ambo Dalle, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30868/ei.v15i03.10308

Keywords:

Multicultural Education; Islamic Boarding Schools; Educational Model; Religious Moderation

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) are Islamic educational institutions with significant potential for fostering tolerance within a multicultural society. However, studies on multicultural education in pesantren remain largely normative and confined to curricular aspects, without adequate empirical grounding. This study analyzes the model of multicultural education in pesantren in Polewali Mandar Regency through three aspects: thought, content, and educational methods. A qualitative descriptive case study design was employed across three pesantren with distinct religious-organizational affiliations Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, Pondok Pesantren DDI Al-Ihsan Kanang, and Pondok Pesantren Al-Ikhlas Lampoko. Data were collected through in-depth interviews with key informants (pesantren leaders and education-division managers), non-participant observation of student activities, documentation, and literature review over approximately six months of fieldwork. Data were analyzed using an interactive model of reduction, display, and conclusion drawing/verification, with validity established through source and method triangulation. The findings show that multicultural education in pesantren is not constructed as a separate subject but is internalized through three interrelated pathways: Islamic thought that regards diversity as a divine order (sunnatullah), curricular content that integrates pluralistic values into the teaching of creed, jurisprudence, and ethics, and classical teaching methods (sorogan, bandongan, halaqah, muqāranah) enriched by the exemplary conduct of kyai/ustadz and the collective life of students. These three aspects converge within the pesantren's social ecosystem, shaping a multicultural student character marked by tolerance, fairness, and inclusiveness. The findings affirm that the pesantren's multicultural education model is contextual and transformative, reinforcing its position as a strategic agent in strengthening religious moderation grounded in Islamic values.

References

Abdullah, Aly. (2011). Pendidikan Islam Multikultural di Pesantren. Cet. I. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Abdullah, Aly. (2015). Studi Deskriptif tentang Nilai-nilai Multikultural dalam Pendidikan di Pondok Pesantren Modern Islam Assalam. Jurnal Ilmiah Pesantren, 1(1), 19.

Afifuddin. (2013). Pluralisme dalam Perspektif Pesantren di Sulawesi Selatan dan Peranannya dalam Mencegah Radikalisme Agama (Disertasi). Makassar: Program Pascasarjana UIN Alauddin.

Afista, Y., Hawari, R., & Sumbulah, U. (2021). Pendidikan multikultural dalam transformasi lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Evaluasi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(1), 128–147.

Ahmad, Afif. (2012). Model Pengembangan Pendidikan Islam Berbasis Multikultural. Tadris, 7(1), 14.

Al Makin. (2017). Keragaman dan Perbedaan: Budaya dan Agama dalam Lintas Sejarah Manusia. Cet. III. Yogyakarta: Suka-Press.

Amin, Abdullah M. (2001). Pengajaran Kalam dan Teologi di Era Kemajemukan: Sebuah Tinjauan Materi dan Metode Pendidikan Agama. Tashwirul Afkar: Jurnal Refleksi Pemikiran Keagamaan dan Kebudayaan, 14(11).

Amin, Haedari M., dkk. (2004). Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas dan Tantangan Kompleksitas Global. Cet. I. Jakarta: IRD Press.

Burga, M. A., & Damopolii, M. (2022). Reinforcing religious moderation through local culture-based Pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 145–162. https://doi.org/10.15575/jpi.v8i2.19879

Burhanuddin, Jajat, & Baedowi Ahmad. (2003). Transformasi Otoritas Keagamaan: Pengalaman Islam Indonesia. Cet. I. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Damapolii, Muljono. (2011). Pesantren Modern IMMIM: Pencetak Muslim Modern. Cet. I. Jakarta: Rajawali Pers.

Darmadi, Dedi. (2008). Keberagaman di dalam Pesantren. Dalam Ahmad Mahromi (Ed.), Islam dan Multikulturalisme. Cet. I. Jakarta: ICIP.

Gazali, E., & Budiana, A. A. (2023). A bibliometric analysis of pesantren’s educational impact: Insights from the Scopus database (1994–2022). Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 15–33. https://doi.org/10.14421/jpi.2023.121.15-33

Hernandez, Hilda. (2000). Multicultural Education: A Teacher’s Guide to Linking Context, Process, and Content. New Jersey & Ohio: Prentice Hall.

Indrawahyuni, Sri. (2023). Implementasi Pendidikan Multikultural dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Polewali. Jurnal Ilmiah Tarbiyah Umat, 13(1).

Kadir, Abdul, dkk. (2019). Nilai-nilai Pendidikan Multikultural dalam Pembelajaran PAI di SMA 18 Medan. Jurnal Edu Religia, 3(1).

Kementerian Agama Republik Indonesia. (t.t.). Al-Qur'an Kemenag [Situs resmi]. https://quran.kemenag.go.id/surah/49

Kusmarni, Yani. (t.t.). Pendidikan Multikultural: Suatu Kajian tentang Pendidikan Alternatif di Indonesia untuk Merekatkan Kembali Nilai-nilai Persatuan, Kesatuan, dan Berbangsa di Era Global. Universitas Pendidikan Indonesia.

Kymlicka, Will. (2011). Multicultural Citizenship: A Liberal Theory of Minority Rights (E. H. Eddin, Terj., Kewarganegaraan Multikultural). Cet. II. Jakarta: LP3ES.

Maarif, Syamsul. (2005). Pendidikan Pluralisme di Indonesia. Cet. I. Yogyakarta: Logung Pustaka.

Magfirah, Radiatul. (2023). Model Pendidikan Multikultural. Al I’tibar: Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 28. https://doi.org/10.30599/jpia.v10i1

Mahfud, Choirul. (2016). Pendidikan Multikultural (Cet. VIII). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Maksum, Ali. (2011). Pluralisme dan Multikulturalisme: Paradigma Baru Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Cet. I. Yogyakarta: Aditya Media Publishing.

Masykuri, Bakri. (2013). Kebijakan Pendidikan Islam. Tangerang Selatan: Niwana Media.

Maunah, B., Habibi, M. A., & Pratiwi, E. Z. (2024). Fostering diversity and moderation through multicultural education: Insights from Pesantren Ulul Albab Yogyakarta. Didaktika Religia, 12(2), 387–413. https://doi.org/10.30762/didaktika.v12i2.3518

Moqsith, Ghazali Abd. (2009). Argumen Pluralisme Agama: Membangun Toleransi Berbasis Al-Qur’an. Cet. I. Depok: Katakita.

Muhaimin. (2004). Wacana Pengembangan Pendidikan Islam. Cet. II. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Muhaimin. (2010). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi. Cet. IV. Jakarta: Rajawali Pers.

Mustaghfirah, Hikmatul. (2013). Pendidikan Islam Berbasis Multikulturalisme. Addin, 7(1). https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Addin/article/view/572

Nabilla. (2025). Internalization of multicultural education values in Islamic boarding schools. Edusoshum: Journal of Islamic Education and Social Humanities, 5(2), 182–193. https://doi.org/10.52366/edusoshum.v5i2.158

Nafi’, M. Dian, dkk. (2007). Praksis Pembelajaran Pesantren. Cet. I. Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara.

Nafiuddin, & Maharani, D. (2024). Toleransi di kalangan santri pondok pesantren Kabupaten Bekasi. Refleksi, 23(1), 61–80. https://doi.org/10.15408/ref.v23i1.38237

Naim, Ngainun, & Sauqi, Achmad. (2017). Pendidikan Multikultural: Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Nasikum. (2012). Sistem Sosial Indonesia (Cet. XX). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Niswatin, Faoziah. (2016). Peran dan Tantangan Pengembangan Pendidikan Islam Berwawasan Multikultural di Pesantren Sunan Pandanaran. Jurnal Kajian Islam Interdisipliner, 1(2).

Noeng, Muhadjir. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi IV). Yogyakarta: Rake Sarasin.

Parekh, Bikhu. (2008). Rethinking Multiculturalism: Cultural Diversity and Political Theory (C. B. B. K. Adi, Terj.). Cet. V. Yogyakarta: Kanisius.

Putra, Daulay Haidar. (2009). Sejarah Pertumbuhan dan Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia (Cet. II). Jakarta: Kencana.

Putra, Nusa. (2013). Metode Penelitian Kualitatif Pendidikan (Cet. II). Jakarta: Rajawali Pers.

Raihani. (2016). Pendidikan Islam dalam Masyarakat Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rama, Bahaking. (2003). Jejak Pembaharuan Pendidikan Pesantren: Kajian Pesantren As’adiyah Sengkang Sulawesi Selatan. Cet. I. Jakarta: Parodatama Wiragemilang.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Lembaran Negara RI.

Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Jakarta: Lembaran Negara RI.

Rini, Dwi Susanti. (2013). Menguak Multikulturalisme di Pesantren: Telaah atas Pengembangan Kurikulum. Addin, 7(1), 189.

Rosyada, Dede. (2007). Paradigma Pendidikan Demokratis: Sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Cet. III). Jakarta: Kencana.

Sachedina, Abdulaziz. (2001). The Islamic Roots of Democratic Pluralism. New York: Oxford University Press.

Said, Basnang. (2011). Pendidikan Plural (Analisis Kritis Penanaman Nilai-nilai Pluralitas terhadap Peserta Didik) (Disertasi). Makassar: Program Pascasarjana UIN Alauddin.

Samudra, Sanur Ilham. (2023). Pendidikan Multikultural untuk Membentuk Karakter Bangsa. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 6(1), 1.

Sapari. (2023). Model Pendidikan Nilai-nilai Multikultural di Era Keterbukaan Informasi di Pesantren Wilayah Kabupaten Cirebon. Tsaqafatuna: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 5(1), 67.

Sappe, Ampin Maja Abdullah. (2017). Pemahaman Nilai Pendidikan Multikultural dalam Upaya Membangun Keberagamaan Inklusif Santri pada Pesantren Modern Datok Sulaiman. Jurnal Voice of Midwifery, 7(9). https://www.researchgate.net/publication/335902600

SM, Ismail (Ed.). (2002). Dinamika Pesantren dan Madrasah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

St. Rodliyah. (2022). Islamic boarding school education as a national multicultural education role model. Tadris: Jurnal Pendidikan Islam, 17(1), 235–246. https://doi.org/10.19105/tjpi.v17i1.6552

Su’ud, Abu. (2003). Islamologi: Sejarah, Ajaran, dan Peranannya dalam Peradaban Umat Islam (Cet. I). Jakarta: Rineka Cipta.

Subhan, Arief. (2006). Pesantren Hidayatullah: Madrasah-Pesantren Independen Bercorak Salafi. Dalam Jajat Burhanuddin & Dina Afrianty (Ed.), Mencetak Muslim Modern: Peta Pendidikan Islam di Indonesia. Cet. I. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suparlan, Alhakim, & Untari, Sri. (2018). Pendidikan Multikultural: Strategi Inovatif Pembelajaran dalam Pluralitas Masyarakat Indonesia. Malang: Madani Media.

Suryana, Yaya, & Rusdiana, A. (2015). Pendidikan Multikultural: Suatu Upaya Penguatan Jati Diri Bangsa Konsep, Prinsip, Implementasi (Cet. I). Bandung: CV Pustaka Setia.

Tilaar, H.A.R. (2011). Multikulturalisme: Tantangan Global Masa Depan. Jakarta: Grasindo.

Truna, Dody S. (2010). Pendidikan Islam Berwawasan Multikulturalisme: Telaah Kritis atas Muatan Pendidikan Multikulturalisme dalam Buku Ajar Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum di Indonesia (Cet. I). Jakarta: Kementerian Agama RI.

Wahid, Abdurrahman. (2001). Menggerakkan Tradisi: Esai-esai Pesantren (Cet. V). Yogyakarta: LKiS.

Wiriaatmadja, Rochiati. (2002). Pendidikan Sejarah di Indonesia: Perspektif Lokal, Nasional, dan Global. Bandung: Historia Utama Press.

Yaqin, Ainul. (2005). Pendidikan Multikultural: Cross-Cultural Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan. Yogyakarta: Pilar Media.

Zakiyuddin, Baidhawi. (2005). Ambivalensi Agama, Konflik, dan Nirkekerasan. Yogyakarta: Lesfi.

Zubaedi. (2007). Pendidikan Berbasis Multikultural: Upaya Menawarkan Solusi terhadap Berbagai Problem Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Downloads

Published

26-08-2026

Citation Check