ANALISIS TEORI DALALAH: (LAFAZH DITINJAU DARI JELAS DAN TIDAKNYA MAKNA) DALAM HUKUM KELUARGA
DOI:
https://doi.org/10.30868/am.v14i01.10595Keywords:
Teori dalalah; kejelasan makna; ketidakjelasan makna; ushul fiqh; hukum keluarga IslamAbstract
Teori dalalah merupakan salah satu konsep penting dalam ushul fiqh yang digunakan untuk memahami hubungan antara lafaz dan makna dalam proses penetapan hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji klasifikasi dalalah lafziyyah berdasarkan tingkat kejelasan dan ketidakjelasan makna menurut pandangan ulama Hanafiyyah, serta penerapannya dalam hukum keluarga Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian terhadap berbagai literatur ushul fiqh klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lafaz yang memiliki makna jelas dibagi menjadi empat tingkatan, yaitu zahir, nash, mufassar, dan muhkam. Sementara itu, lafaz yang maknanya kurang jelas terdiri atas khafi, musykil, mujmal, dan mutasyabih. Setiap tingkatan memiliki pengaruh yang berbeda terhadap penafsiran hukum, terutama dalam hal ta'wil, takhsis, dan nasakh. Dalam hukum keluarga Islam di Indonesia, teori ini memiliki peran yang penting. Kewajiban pencatatan perkawinan dapat dipahami melalui dalalah nash pada Q.S. Al-Baqarah ayat 282. Selain itu, lafaz qurū' dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 228 termasuk lafaz musykil sehingga menimbulkan perbedaan pendapat ulama mengenai masa iddah. Pemaknaan ayat tentang poligami dan nafkah juga menunjukkan bahwa ibarah dan isyarah al-nash dapat digunakan sebagai dasar penafsiran yang lebih sesuai dengan prinsip keadilan dalam keluarga. Dengan demikian, pemahaman terhadap teori dalalah secara bertingkat dan kontekstual sangat penting sebagai dasar metodologis dalam pengembangan hukum keluarga Islam yang tetap sesuai dengan prinsip-prinsip ushul fiqh.
References
Abidah, A. (2007). Diskursus interpretasi linguistik (Ragam kejelasan dan kesamaran makna dalam ushul fiqh). Justitia Islamica, 4(1), 1–16.
Alex Kusmardani, Mohamad Athoilah, Mohamad Sar'an. 2022. "Tafsir Ayat Ahkam Dalam Perspektif Dilalah Manthuq Dan Mafhum." Jurnal Syntax Transformation 3 (2): 169-189. doi:https://doi.org/10.46799/jst.v3i2.509.
Alwizar, Arya Ficky Nugroho &. 2024. "Kaedah Tafsir Mantuq dan Mafhum." Hamalatul Qur’an: Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Qur'an 7-26 .
Ardi, Sahibul. 2023. "Kaidah Ushuliyyah Manthuk dan Mafhum dalam Proses Istimbath Hukum Thariqoh Mutakallimin dan Fuqoha." An-Nahdhah 17 (1): 54-70.
Desi Asmaret, Dedi Sumanto. 2021. "Penunjukan Lafazh Terhadap Hukum (Dilalah) Berbentuk Ibarah al-Nash." Jurnal Al-Himayah 5 (1): 80-97. http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/ah .
Djalaluddin, H.M. Mawardi. 2016. "Metode Dilalah Al-Alfadz Dalam Hukum Islam ." Jurnal Al Daulah 291-300.
Husna, Khotimatul. 2022. "Kajian Dalalah dalam Perspektif Relasi Kesalingan Suami Istri Menurut Konsep Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama." DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum 20 (2): 323-336. https://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/diktum/index.
Nabila, Sovie Najwa. 2024. "Mantuq Dan Mafhum." Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa 203-227.
Rasyid, Abd. 2024. "Memaknai Dilalah Lafziyah Dalam Memahami Makna Al-Qurán." Jurnal Cerdas Hukum 126-136.
Bahril, M. F., Azwar, Z., & Ferdian, M. (2024). The stratification concept of clear meaning Nash text and its application in the field of family law. The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 5(2), p. 123-172.
Kamaruddin, K. B., Ab Aziz, N. S. B., Ismail, F. Z. B., & Abdul Rahman, T. B. (2023). Analysis of `the usuliyyah al-lughawiyyah method in understanding the clarity and ambiguity of lafz al- `quran. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 13(12), 1673–1682. http://dx.doi.org/10.6007/IJARBSS/v13- i12/20067
Ma'arif, T. (2019). Pencatatan pernikahan (Analisis dengan pendekatan Qiyas, Istihsan, Sadd al- Dzari’ah, Maslahah Mursalah dan hukum positif di Indonesia). ASAS : Jurnal Hukum Ekonomi Syari'ah. 11(1), 119-141.
Maulidizen, A., & Pratiwi, E. (2020). The concept of Qaṭ’ī Dalālah: Definition, laws, and perceived conflict. Khatulistiwa: Journal of Islamic Studies, 10(1), 1–17. https://doi.org/10.24260/khatulistiwa.v10i1.1689
Mubarrak, Z. (2023). Metode istinbath kaidah-kaidah lughawiyah dalam ushul fiqh. Ameena Journal, 1(1), 70–88.
Rasyid, A. (2024). Memaknai dilalah lafziyah dalam memahami makna Al-Qur'an. Jurnal Cerdas Hukum, 3(1), 126-136.
Rosyada, Y. A. (2017). Dalalah lafdzi: Upaya menemukan hukum. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, 2(2), 123-136.
Zahir, A. (2022). Penerapan al-dalalah dalam istinbaṭ hukum Abdul Qadir Hassan di Majalah al- Muslimun dan Endang Abdurrahman di Majalah Risalah (Studi komparatif ulama Persatuan Islam) [Tesis Magister, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang]. Institutional Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Vivi Lutfiyatul Amalia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Terms that must be met by the Author as follows:- The author saves the copyright and grants the journal the first right of publishing the manuscript simultaneously under license under the Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with a statement of job authorship and early publication in this journal.
- The author may incorporate into additional separate contractual arrangements for the non-exclusive distribution of rich-issue journals (eg posting them to an institutional repository or publishing them in a book), with the acknowledgment of their original publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (eg: in the institutional repository or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and more powerful cites from published works.



