Bujang Damai: Pendidikan Sosial Nir Kekerasan Melayu Jambi untuk Pendidikan Kader Muda Moderat Indonesia

S. Sagap, Arfan Aziz, Sya'roni Sya'roni

Abstract


Transmisi Islam di Jambi, Sumatera, selama ini dilakukan oleh guru-guru ngaji kampung yang mendapat pendidikan agama di Seberang Kota Jambi, Padang, Jawa, hingga ke Mekkah dan Madinah. Pendidikan oleh para guru mengajarkan kedamaian Islam, yang disebut oleh seorang informan penelitian dengan idiom Bujang Damai. Selain guru-guru lama, Jambi juga menerima paham Islam terkini akibat usaha perluasan gerakan Islam transnasional, serta paham keagamaan yang disebar melalui media baru. Ketiganya mewarnai pendidikan kader muda organisasi mahasiwa Islam di Jambi. Pada tiga jalur itu, literatur keagamaan dan aksi identitas mereka penting untuk dilihat. Tulisan ini akan mengelaborasi idiom Bujang Damai sekaligus identitas tentang perdamaian yang berasal dari tradisi Melayu Jambi. Idiom yang digali melalui wawancara pada akhir 2019 dengan 12 orang aktivis organisasi mahasiswa Islam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia (KAMMI), di tengah penggaungan sikap moderasi beragama dewasa ini. Penelitian berargumen bahwa paham keagamaan yang damai dan moderat masih menjadi materi utama pendidikan kader pada ketiga organisasi mahasiswa Islam, didukung oleh literatur keagamaan yang menunjang. Walau aksi identitas menyikapi isu aktual keagamaan dilakukan dan dianggap pembeda dari organisasi mahasiswa Islam lain, menjadi Bujang Damai atau Pemuda Pendamai, memelihara kerukunan dan kesatuan negara Republik Indonesia tetap menjadi identitas dan tujuan bersama. Artikel ini menyarankan memperbanyak kolaborasi dan ruang-ruang dialog antar organisasi kaum muda, merawat modal sosial bersama yang damai dan moderat, dalam menghadapi ideologi transnasional dan disrupsi yang mencemaskan akibat revolusi teknologi.

Keywords


kaum muda; organisasi mahasiswa; moderat; Jambi

References


Agusti Putra, Benny. 2018. “Islamisasi Di Dunia Melayu Jambi.” Titian: Jurnal Ilmu Humaniora 2 (1): 29–50.

Andaya, Leonard Y. 2001. “The Search for the ‘Origins’ of Melayu.” Journal of Southeast Asian Studies 32 (3): 315–30.

Anderson, Benedict. 1988. Revoloesi Pemuda: Pendudukan Jepang Dan Perlawanan Di Jawa 1944-1946. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Azca, Muhammad Najib. 2012. “Yang Muda Yang Radikal: Refleksi Sosiologis Terhadap Radikalisme Kaum Muda Muslim Di Indonesia Passca Orde Baru ".” Pidato Dies Natalis ke-57 FISIP UGM presented at the Dies Natali Ke-57 Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik UGM, Yogyakarta, December 5.

Azra, Azyumardi. 2003. Jaringan Ulama Timur Tengah Dan Kepulauan Nusantara Abad XVII Dan XVIII. Jakarta: Kencana.

Bakar, Abu Usman. 1985. “Pendidikan Islam Di Jambi: Corak Madrasah Dari Kebudayaan Masyarakat Seberang Kota Jambi.” Disertasi, Jakarta: IAIN Syarif Hidayatullah.

Bamuallim, Chaider S., ed. 2018. Kaum Muda Muslim Milenial: Konservatisme, Hibridasi Identitas, Dan Tantangan Radikalisme. Yogyakarta: CSRC.

BAPPENAS, BPS. 2013. “Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035.” BAPPENAS, BPS, UNFPA. https://www.bappenas.go.id/files/5413/9148/4109/Proyeksi_Penduduk_Indonesia_2010-2035.pdf.

Barnard, Timothy P. 2004. Contesting Malayness: Malay Identity Across Boundaries. Singapore: Singapore University Press.

Bayat, Asef, and Linda Herrera. 2010. “Introduction: Being Young and Muslim in Neoliberal Times.” In Being Young and Muslim: New Cultural Politics in the Global South and North. Oxford: Oxford University Press.

BKKBN. 2016. “Negara Harus Siap Bonus Demografi.” Bkkbn.Go.Id. August 22, 2016. https://www.bkkbn.go.id/detailpost/negara-harus-siap-bonus-demografi.

Bonatz, Dominik, David Neidel, and Mai Lin Tjoa-Bonatz. 2006. “The Megalithic Complex of Highland Jambi: An Archaeological Perspective.” Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde (BKI) 162 (4): 490–522.

Bruinessen, Martin van. 2002. “Genealogies of Islamic Radicalism in Post-Suharto Indonesia.” South East Asia Research 10 (2): 117–54.

CNN Indonesia. 2015. “BNPT: Dunia Maya Picu Polisi Jambi Masuk ISIS.” Cnnindonesia.Com, July 2, 2015. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20150701210353-12-63729/bnpt-dunia-maya-picu-polisi-jambi-masuk-isis.

Collins, James T. 2001. “Contesting Straits-Malayness: The Fact of Borneo.” Journal of Southeast Asian Studies 32 (3): 385–95.

Detiknews. 2018. “Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris Jaringan JAD Di Jambi.” Detik.Com, June 7, 2018. https://news.detik.com/berita/d-4058682/densus-88-tangkap-2-terduga-teroris-jaringan-jad-di-jambi.

Din, MAO. 2011. “Asal-Usul Orang Melayu: Menulis Ulang Sejarahnya.” Jurnal Melayu 7: 1–82.

Fitzgerald, Andy. 2014. “Being Labeled a ‘radical’ Is Meant to Be an Insult. History Tells Us Otherwise.” The Guardian, January 20, 2014, sec. Opinion.

Foulcher, Keith. 2000. “Sumpah Pemuda: The Making and Meaning of a Symbol of Indonesian Nationhood.” Asian Studies Review 24 (3): 377–410. https://doi.org/10.1080/10357820008713281.

Fuhaidah, Ulya. 2018. “Tariqa and Philanthrophy: The Study of Tariqa Qadiriyah Naqsyabandiyyah Movement in Kuala Tungkal, Jambi.” INSANIYAT 3 (1): 29–46.

Hasan, Noorhaidi. 2005. “LASKAR JIHAD ISLAM, MILITANCY AND THE QUEST FOR IDENTITY IN POST-NEW ORDER INDONESIA.” Disertasi, Netherland: Utrecht University. https://openaccess.leidenuniv.nl/bitstream/handle/1887/13369/Dissertation%20Noorhaidi.pdf?sequence=1.

Hilmi. 2005. “’Arudh Haji Syukur.” Kontekstualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan 20 (2): 118–44.

Jones, Gill. 2009. Youth. Oxford: Polity Press.

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Lee, Doreen. 2011. “Images of Youth: On the Iconography of History and Protest in Indonesia.” History and Anthropology 22 (3): 307–36. https://doi.org/10.1080/02757206.2011.595003.

Miert, Hans Van. 1996. “Hans Van Miert (1996). The ‘Land of the Future’: The Jong Sumatranen Bond (1917–1930) and Its Image of the Nation.” Modern Asian Studies 30 (3): 591–616.

Milner, A. 1998. Ideological Work in Constucting the Malay Majority in Making Majorities: Constituting the Nation in Japan, Korea, China, Malaysia, Fiji, Turkey and United States. Stanford: Stanford University Press.

News, Nasional Tribun Medan. 2018. “Usai Teriak Allahu Akbar, Pelaku Teror Di Jambi Ancam Ledakkan Bom Di Dalam Tas.” Tribun-Medan.Com, May 22, 2018. http://medan.tribunnews.com/2018/05/22/usai-teriak-allahu-akbar-pelaku-teror-di-jambi-ancam-ledakkan-bom-di-dalam-tas?page=3.

Okezon.Com. 2016. “Lafaz Allah Di Ornamen Natal Bikin Heboh Jambi,” December 24, 2016. https://news.okezone.com/read/2016/12/24/340/1574830/lafaz-allah-di-ornamen-natal-bikin-heboh-jambi.

Ricklefs, MC. 2012. Sejarah Asia Tenggara. Depok: Komunitas Bambu.

Robert, K. 2009. Youth in Transition: Eastern Europe and the West. Basingstoke: Palgrave Macmillan.

Roff, William R. 1967. The Origin of Malays Nationalism. New Haven: Yale University.

Sakai, Minako. 2009. Creating a New Centre in the Periphery of Indonesia: Sumatran Malay Identity Politics. The Politics of the Periphery in Indonesia: Social and Geographical Perspectives. Singapore: NUS Press.

Suryadinata, Leo. 1978. “Indonesian Nationalism and the Pre-War Youth Movement: A Reexamination.” Journal of Southeast Asian Studies 9 (March): 99–114.

Suzanne Naafs, and Ben White. 2012. “Intermediate Generations: Reflections on Indonesian Youth Studies.” The Asia Pacific Journal of Anthropology 13 (1): 3–20.

Syafruddin, Didin, and Ismatu Ropi, eds. 2018. Gen Z: Kegalauan Identitas Keagamaan. Jakarta: Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat.

Tribunnews.Com. 2016. “Aksi Damai Di Jambi, Zumi Zola Singgung Kasus Ahok Aksi Damai Di Jambi, Zumi Zola Singgung Kasus Ahok, Editor: Willem Jonata,” December 2, 2016. http://www.tribunnews.com/regional/2016/12/02/aksi-damai-di-jambi-zumi-zola-singgung-kasus-ahok.

Umam, Saiful. 2006. “Radicalism Muslims in Indonesia: The Case of Ja’far Umar Thalib and The Laskar Jihad.” Exploration in Southeast Asian Studies 6 (1): 1–26.

Wahyudi Abdul Wahab. 2011. “Tipologi Gerakan Ulama Kuala Tungkal.” Kontekstualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan 27 (1).

Watson Andaya, Barbara. 1993. To Live as Brothers: Southeast Sumatra in the Seventeenth and Eighteenth Centuries. Honolulu: University of Hawai’i Press.

Watson, C.W. 1985. ‘Islamization in Kerinci’,. Change and Continuity in Minangkabau; Local, Regional, and Historical Perspectives on West Sumatra. Ohio: Ohio University Center for International Studies, Center for Southeast Asian Studies.


DOI: http://dx.doi.org/10.30868/ei.v10i02.1380 <

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 S. Sagap, Arfan Aziz, Sya'roni Sya'roni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial Address:
Jl. Raya Dramaga KM. 7
Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat
Kota Bogor
Telp: 0251-8625187
HP: 0812 2220 2006
email: admin@staiabogor.ac.id

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats