Deteksi Dini Good Character yang Belum Terbentuk pada Anak Usia 7-12 Tahun dan Faktor-Faktor Penyebabnya (Studi Fenomenologi di SDIT Rabbi Radhiyya Curup Bengkulu)

Dewi Purnama Sari

Abstract


Usia 7-12 tahun merupakan usia yang kritis dalam pembentukan sikap, kebiasaan dan pola perilaku. Kritis dalam arti sikap, kebiasaan dan pola perilaku yang terbentuk pada usia tersebut cenderung menetap dan mempengaruhi sejauhmana anak mampu melakukan penyesuaian diri, baik penyesuaian pribadi maupun penyesuaian sosial. Penting bagi orang tua dan guru mendeteksi sikap, kebiasaan, dan pola perilaku baik yang belum terbentuk sedini mungkin agar dapat memberi perlakuan yang berbeda dan membimbing anak secara tepat. Studi ini bertujuan untuk mengungkapkan jenis-jenis good character yang belum terbentuk pada anak usia 7-12 tahun dan faktor-faktor penyebabnya. Melalui pendekatan kualitatif-fenomenologi, studi ini mengungkapkan pengalaman 18 orang siswa yang ditangani secara intensif oleh 8 orang guru. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dianalisis menggunakan Analisis Fenomenologis Interpretatif, serta menggunakan intersubjective validity sebagai teknik verifikasi data. Hasil penelitian menemukan jenis-jenis good character yang belum terbentuk pada anak usia 7-12 tahun diantaranya adalah disiplin, tanggung jawab, rasa hormat, kepedulian, dan kejujuran. Faktor-faktor penyebab belum terbentuknya good character pada anak usia 7-12 tahun diantaranya adalah karena kurang perhatian orang tua, pengaruh lingkungan di luar sekolah, serta perlakuan orang tua.


Keywords


Deteksi Dini; Good Character; Anak Usia 7-12 Tahun; Faktor Penyebab

References


Affandi, Q. A. (2021). Pola asuh orang tua dalam upaya kuratif terhadap perilaku agresif anak di ra al-hidayah pragaan sumenep. Jurnal Setia Pancasila, 1(2), 23–33.

Afandi, I. (2020). The character value in the fairy tale" Cerita Calon Arang" by Pramoedya Ananta tour as a means of early childhood education. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2).

Agung, I. (2017). Peran Fasilitator Guru dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Perspektif Ilmu Pendidikan, 31(2), 106–119.

Agustina, N. (2018). Perkembangan peserta didik. Deepublish.

Ahmadi, A & Sholeh, M. (2012). Psikologi Perkembangan. Renika Cipta.

Ainiyah, Q. (2017). Social learning theory dan perilaku agresif anak dalam keluarga. Al-Ahkam Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, 2(1).

Akbar, R., & Hawardi. (2017). Psikologi Perkembangan Anak Mengenal Sifat, Bakat, dan Kemampuan Anak. Grasindo.

Alfiah, L. (2018). Pembentukan karakter religius anak melalui metode pembiasaan di mi negeri 1 banyumas kabupaten banyumas [PhD Thesis]. IAIN.

Anisah, A. S. (2017). Pola asuh orang tua dan implikasinya terhadap pembentukan karakter anak. Jurnal Pendidikan UNIGA, 5(1), 70–84.

Awaludin, A. R. (2019). Pembentukan karakter religius melalui kegiatan mentoring di SMPIT Robbani Kendal [PhD Thesis]. UIN Walisongo Semarang.

Azizah, F. N., & Wahyuningsih, I. (2020). Peran bimbingan konseling islam bagi pengembangan moral siswa Madrasah Ibtidaiyah. At-Turots: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 50–59.

Berkowitz, M. W. (2021). Primed for character education: six design principles for school improvement. CRC Press.

Berkowitz, M. W., Bier, M. C., & McCauley, B. (2017). Toward a science of character education. Journal of Character Education, 13(1), 33–51.

Brooks, J. (2016). The Process of Parenting. Pustaka Pelajar.

Budikuncoroningsih, S. (2017). Pengaruh teman sebaya dan persepsi pola asuh orang tua terhadap agresivitas siswa di sekolah dasar gugus sugarda. JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora), 1(2), 85–92.

Bungi, B. (2013). Analisa data penelitian kualitatif, pemahaman filosofis dan metodologis kearah penguasaan modal aplikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Chaplin, J. P. (2011). Kamus lengkap psikologi. alih bahasa: Kartono. Jakarta: Rajawali Pers.

Craswell, J. (2015). Research design: qualitative and quantitative approaches. SAGE Publications.

Curren, R. (2017). Why character education? Impact, 2017(24), 1–44.

Datu, J. A. D., & Mateo, N. J. (2020). Character strengths, academic self-efficacy, and well-being outcomes in the Philippines: A longitudinal study. Children and Youth Services Review, 119, 105649.

De, P., Booby, & Hernacki, M. (2011). Quantum learning membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan. Kaifa.

Farid, M., & Sos, M. (2018). Fenomenologi: dalam penelitian ilmu sosial. Prenada Media.

Firmansyah, A. (2020). Pengaruh perhatian orang tua terhadap peningkatan akhlak anak. Alim| Journal of Islamic Education, 2(1), 139–150.

Habsari, Z. (2017). Dongeng sebagai pembentuk karakter anak. Bibliotika: Jurnal Kajian Perpustakaan Dan Informasi, 1(1), 21–29.

Harahap, A. C. P. (2019). Character building pendidikan karakter. AL-IRSYAD, 9(1).

Haryati, S. (2017). Pendidikan karakter dalam Kurikulum 2013. Tersedia secara online di: http://lib. untidar. ac. id/wp-content/uploads [diakses di Bandung, Indonesia: 17 Maret 2017].

Hasbiansyah, O. (2008). Pendekatan fenomenologi: Pengantar praktik penelitian dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi. Mediator: Jurnal Komunikasi, 9(1), 163–180.

Hendayani, M. (2019). Problematika Pengembangan Karakter Peserta Didik Di Era 4.0. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam,[SL], 7(2), 183–198.

Hendriana, E. C., & Jacobus, A. (2017). Implementasi pendidikan karakter di sekolah melalui keteladanan dan pembiasaan. JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), 1(2), 25–29.

Herdian, H., & Septiningsih, D. S. (2020). Character building training sinergi guru dan orang tua. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 167–173.

Heriyanto, A., Setiani, F., & Rahmadhany, S. (2017). Pengaruh pola asuh orang tua terhadap perkembangan moral siswa Sekolah Dasar. Jurnal Paedagogie Media Kependidikan, Keilmuan dan Keagamaan, 5(1), 38–46.

Heriyanto, H., Komariah, A., Satori, D., & Suryana, A. (2019). Character education in the era of industrial revolution 4.0 and its relevance to the high school learning transformation process. Utopía y praxis latinoamericana: revista internacional de filosofía iberoamericana y teoría social, 5, 327–340.

Huberman, A. M, M., M. B. (1992). Analisis data kualitatif. penerjemah tjetjep rohendi. UI Press.

Huliyah, M. (2017). Hakikat Pendidikan Anak Usia Dini. As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(01), 60–71.

Hurlock, E. B. (2016). Psikologi perkembangan suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Irjanti, R., & Setiawati, F. A. (2018). Pengaruh nilai-nilai karakter terhadap prestasi belajar di SDIT Salman Al Farisi. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1).

Islam, M. H., & Aziz, A. (2020). Transformation of pesantren in maintaining good character. Humanistika: Jurnal Keislaman, 6(1), 35–48.

Iswantiningtyas, V., & Wulansari, W. (2018). Pentingnya penilaian pendidikan karakter anak usia dini. Proceedings of the ICECRS, 1(3).

Jamiatul, J., Maghfiroh, M., & Astuti, R. (2020). Pola asuh orang tua danperkembangan moral anak usia dini (Studi Kasus di TK Al-Ghazali Jl. Raya Nyalaran Kelurahan Kolpajung Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan). Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 1–9.

Jarvis, M. (2015). Teori-teori psikologi pendekatan modern untuk memahami perilaku perasaan & pikiran manusia. Nusa Media.

Julaeha, S. (2019). Problematika kurikulum dan pembelajaran pendidikan karakter. jurnal penelitian pendidikan Islam,[SL], 7(2), 157–182.

Juwantara, R. A. (2019). Analisis teori perkembangan kognitif piaget pada tahap anak usia operasional konkret 7-12 tahun dalam pembelajaran Matematika. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 9(1), 27–34.

Kahija, Y. L. (2017). Penelitian fenomenologis jalan memahami pengalaman hidup. Kasinus.

Khaulani, F., Neviyarni, S., & Irdamurni, I. (2020). Fase dan tugas perkembangan anak Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 7(1), 51–59.

Kohlberg, R. S. L. (t.t.). Pendidikan moral lawrence kohlberg.

Komara, E. (2018). Penguatan pendidikan karakter dan pembelajaran abad 21. Sipatahoenan, 4(1).

Kurniasari, A. (2019). Dampak kekerasan pada kepribadian anak. Sosio informa, 5(1).

Kurniawati, N. A., Solehuddin, S., & Ilfiandra, I. (2019). Tugas perkembangan pada anak akhir. Journal of Innovative Counseling: Theory, Practice, and Research, 3(02), 83–90.

Kusnoto, Y. (2018). Internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter pada satuan pendidikan. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 4(2), 247–256.

Kusuma, T., & Putri, A. R. H. (2020). Peran pendidikan karakter dalam membentuk sumber daya manusia yang berkompeten untuk membangun negara. Prosiding Seminar Nasional LP3M, 2.

Kusumawati, I., & Zuchdi, D. (2019). Pendidikan moral anak usia dini melalui pendekatan Konstruktivis. Academy of Education Journal, 10(01), 63–75.

Labertik, L. (2019). Peran orang tua dalam menanamkan nilai akhlak terhadap anak usia 7-12 tahun di masyarakat desa sukaraja kecamatan sirah pulau padang kabupaten ogan komering ilir [PhD Thesis]. UIN Raden Fatah Palembang.

Lickona, T. (2015). Educating for the character. Jakarta: Bumi Aksara.

Lopez, C. R. S., Shane J., & Pedrotti, J. T. (2016). Positive Psychology. Sage Publications Inc.

Maknun, L. (2017). Kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang tua (child abuse). Muallimuna, 3(1), 66–77.

Mandas, A. L., & Wayong, I. (2020). Caring confrontation terhadap perilaku anti sosial. Journal of Psychology" Humanlight", 1(2).

Mansur, R. (2018). Lingkungan yang mendidik sebagai wahana pembentukan karakter anak. Vicratina: Jurnal Pendidikan Islam, 2(2), 33–46.

Munir, M. (2017). Tahapan operasional konkret Jean Piaget dalam internalisasi moral religius anak usia Sekolah Dasar 7–12 Tahun. TaLimuna: Jurnal Pendidikan Islam, 6(1), 46–57.

Muri’ah, D. H. S., & Wardan, K. (2020). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Literasi Nusantara.

Naqvi, S. M. R. (2017). The commencement of character education: A Religious Perspective. PJERE.

Pamungkas, G. C., Rochani, S., Rohmad, Z., & Antropologi, P. S. P. S. (2019). Hubungan antara kurangnya perhatian keluarga dan bermain game online dengan tingkat kedisiplinan belajar siswa kelas XI SMA N 1 Purbalingga. Sosialitas; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant, 6(2).

Pangestu, C., Sujati, H., & Herwin, H. (2020). Pengaruh self efficacy dan pengasuhan orang tua terhadap kepercayaan diri siswa. FOUNDASIA, 11(1).

Pardede, J. A. (2020). Kesiapan Peningkatan Perkembangan Anak Usia Sekolah.

Perwitasari, R. (2018). Peran Guru Akidah Akhlak dalam Pengimplementasian Pendidikan Karakter di SMA Muhammadiyah 1 Kota Metro [PhD Thesis]. IAIN Metro.

Prabowo, S. H., Fakhruddin, A., & Rohman, M. (2020). Peran orang tua dalam pembentukan karakter anak di masa pandemi covid-19 perspektif pendidikan Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 191–207.

Pratiwi, N. K. S. P. (2019). Pentingnya Peran Orang Tua dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Sekolah Dasar. Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar, 3(1), 83–90.

Putra, S. (2017). Pembentukan karakter melalui pendidikan boarding school pada di pondok pesantren.

Rahma, A. (2019). Metode pendidikan karakter anak usia dini (studi komparasi pemikiran Zakiah Daradjat dan Thomas Lickona). Jurnal Kajian Anak (J-Sanak), 1(01), 110–123.

Rahmawati, S. T. (2018). Paradigma pendidikan karakter dalam tinjauan teoretis dan praktis. Jurnal Qiroah, 8(2), 1–26.

Ramdhani, M. A. (2017). Lingkungan pendidikan dalam implementasi pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan UNIGA, 8(1), 28–37.

Reber, E.S, R., A. S. (2010). Kamus psikologi. Cetakan I. Penerjemah: Yudi Santoso, S.Fi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rines, G. E., & Beach, F. C. (1904). The Encyclopedia Americana. New York: Americana Company.

Ristianah, N. (2020). Eksistensi dan urgensi pendidikan karakter. Intizam, Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(1), 11–19.

Rosita, L. (2018). Peran pendidikan berbasis karakter dalam pencapaian tujuan pembelajaran di sekolah. JIPSI-Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi UNIKOM, 8.

Safitri, M. R. (2018). Penanaman pendidikan karakter berbasis kesadaran diri dalam lingkungan keluarga. Seminar Nasional Lembaga Kebudayaan (SENASGABUD), 1(1).

Santika, I. W. E. (2020). Pendidikan karakter pada pembelajaran daring. Indonesian Values and Character Education Journal, 3(1), 8–19.

Santrock, Jhon W. (2017). Psikologi pendidikan. Mc Graw Hill.

Santrock, John. W. (2012). Psikologi perkembangan—Life Span Develepment. Erlangga.

Sari, R. P., Zulela, Z., Sari, Y., Nurhayati, S., & Rasmita, R. (2020). Peran pengaturan diri dan konsep diri terhadap prestasi pelajaran IPS. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 6(1), 21–30.

Sari, S. L., Devianti, R., & NUR’AINI, S. (2018). Kelekatan orangtua untuk pembentukan untuk pembentukan karakter anak. Educational Guidance and Counseling Development Journal, 1(1), 16–31.

Sari, I. K., Nasution, L., & Wijaya, C. (2019). Integrasi pendidikan nilai dalam membangun karakter siswa di Sekolah Dasar Jampalan Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara. Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 4(1), 1-11.

Setiawan, D. (2013). Peran pendidikan karakter dalam mengembangkan kecerdasan moral. Jurnal pendidikan karakter, 1.

Sholihin, M., & Nurkhotijah, N. (2019). Faktor penyebab rendahnya pendidikan akhlak pada remaja di desa kali sari kecamatan natar lampung selatan. Ta’lim.

Sholikah, U. H. (2020). Hubungan perhatian orang tua terhadap peningkatan moral anak usia 7-12 tahun di desa durenan kecamatan sidorejo kabupaten magetan [PhD Thesis]. IAIN Ponorogo.

Siregar, F. A. (2020). Lembaga pendidikan Islam dalam pendidikan karakter. Ziryab: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 58–74.

Sit, M. (2017). Psikologi perkembangan anak usia dini edisi pertama. Jakarta: Kencana.

Smith, J. A. (2015). Qualitative psychology: a practical guide to research methods. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sofyan, I. (2019). Mindful parenting: strategi membangun pengasuhan positif dalam keluarga. JECCE (Journal of Early Childhood Care and Education), 1(2), 41–47.

Sugiono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r & b. Bandung: Alfabeta.

Sukatin, Q. Y. H., Alivia, A. A., & Bella, R. (2020). Analisis psikologi perkembangan sosial emosional anak usia dini. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, 6(2), 156–171.

Sutarto, S., & Sari, D. P. (2020). Group guidance is an alternative method to building religious character. KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal), 7(2), 129–138.

Sutisna, D., Indraswati, D., & Sobri, M. (2019). Keteladanan guru sebagai sarana penerapan pendidikan karakter siswa. JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), 4(2), 29–33. https://doi.org/10.26737/jpdi.v4i2.1236

Suyadi, S., Destiyanti, A. Z., & Sulaikha, N. A. (2019). Perkembangan nilai agama-moral tidak tercapai pada anak usia dasar: Studi kasus di Kelas VB SD Muhammadiyah Karang Bendo Yogyakarta. Jurnal Psikologi Islam, 6(1), 1–12.

Syafe’i, I. (2017). Pondok pesantren: Lembaga pendidikan pembentukan karakter. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 61–82.

Turiel, E. (2018). Moral development in the early years: When and how. Human Development, 61(4–5), 297–308.

Turiel, E., & Nucci, L. (2017). Moral development in context. Advancing developmental science: Philosophy, theory, and method, 95–109.

Wahyuni, I. W., & Putra, A. A. (2020). Kontribusi peran orangtua dan guru dalam pembentukan karakter Islami anak usia dini. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 5(1), 30–37.

Wahyuningsih, D. L. (2018). Hubungan Intensitas Bermain Game Online Dengan Perilaku Agresif Anak Di Sdit Ibnu Abbas Kebumen [PhD Thesis]. STIKES Muhammadiyah Gombong.

Yan, B. (2018). Frameworks for Effective Character Education Practices. 2018 International Conference on Education Science and Social Development (ESSD 2018), 20–23.


DOI: http://dx.doi.org/10.30868/ei.v10i02.1269 <

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Dewi Purnama Sari

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial Address:
Jl. Raya Dramaga KM. 7
Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat
Kota Bogor
Telp: 0251-8625187
HP: 0812 2220 2006
email: admin@staiabogor.ac.id

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats