PRINSIP-PRINSIP SYARI’AT PADA BIDANG JINĀYAT

Fachri Fachrudin

Sari


Penelitian ini membahas tentang prinsip-prinsip dan ketentuan-ketentuan yang mengatur hukuman dan balasan terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi akibat dari dampak interaksi manusia (hukum pidana/ Jināyat). Sebagaimana diketahui, bahwa interaksi sosial tidak hanya bisa melahirkan integrasi, kooperasi, tetapi juga dapat melahirkan kompetisi dan konflik. Dan setiap orang yang berkompetisi, tabiat alaminya adalah selalu pasti ingin menang. Oleh karena kemenangan atau keberhasilan adalah hal yang dicari dalam berkompetisi, maka seseorang bisa saja menggunakan berbagai cara dalam rangka meraih kemenangannya. Dalam kondisi-kondisi seperti ini, tidak mustahil ada pihak-pihak yang bertindak melanggar  atau bahkan merampas hak-hak orang lain. Untuk itulah diperlukan norma atau aturan-aturan yang mengatur hubungan interakasi dan tata pergaulan hidup antar sesama manusia. Norma tersebut memiliki sifat memaksa yang menuntut orang untuk taat dan patuh terhadapnya. Norma ini sering kita kenal dengan istilah hukum. Berdasarkan deskripsi dan analisis pembahasan tersebut di atas terkait dengan prinsip-prinsip syari’at dalam bidang Jināyat didapati bahwa Jināyat merupakan salah satu bidang hukum yang ada dalam syari’at. Jināyat  menjadi salah satu produk yang dihasilkan syari’at sebagai bentuk dari pengejewantahan tujuan ditetapkannya syari’at. Untuk itu prinsip-prinsip syari’at menjadi satu hal yang inhern, serta menjadi landasan berpijak dalam ketetapan-ketepan yang berlaku di dalamnya.

 

Keyword; Fiqh, Fiqh Jinayah, Hukum Pidana Islam

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


al Mawardi, “al Ahkām al Sulthāniyah”, (Mesir: Maktabah Musthafa al Bāb al Halabī, 1973), cet. III

Amrullah Ahmad, Dimensi Hukum Islam Dalam Sistem Hukum Nasional, (Jakarta; Gema Insani Press, 1996).

Asyqar Sulaimān Al-, “Tarīkh al Fiqh al islāmī”, (Urdun, Dār al falāh, 1991).

Audah Abdul al-Qadir; “al Tasyrī’ al Jinā’I al Islāmī”, (Mesir: Maktabah at Turāst, 2003).

Beik Muhammad Khudari, “Tarīkh al Tasyrī’ al Islāmī”, (Beirut: Dār al Fikr. 1967).

HASMI, “Penegakkan Hukum Alloh”, (Bogor: Pustaka MIM, 2000).

Jatnika Rachmat, Jalan Mencari Hukum Islam Upaya ke Arah Pemahaman Metodologi Ijtihad, (Jakarta; Gema Insani Press, 1996).

Khalaf Abdul Wahhab, “Khulāshah Tarīkh al tasyrī’ al Islāmī”, hlm. 19-22

Koto Alaidin, Filsafat Hukum Islam, (Jakarta: Rajawali Press, 2012).

Madkur Muhammad Salām, “At Talwīh Asy Syarh at Taudhīh”, tt, Jilid 1.

Muhammad Ismail Syah, dkk, “Filsafat Hukum Islam”, (Jakarta: Bumi Aksara, Cet. Ke-III, 1999).

Muslich Ahmad Wardi, “Hukum Pidana Menurut Al Qur’an”, (Jakarta: Diadit Media, 2007).

Ni’mah Ibrahim An-, “Ushūl al Tasyrī’ al Dustur fī al Islāmī”, (Bagdad: Diwān al Waqf al Sunny. 2009).

Praja. Juhaya. S., “Filsafat Hukum Islam”, (Tasikmalaya: Lathifah Press, 2009, hlm. 10).

Shiddieqie Muhammad Hasbi Ash-, Filsafat Hukum Islam, (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2013).

Syātibi Asy-, al Muwāfaqāt, (Riyadh: Dar Ibnu Affan. 1997), Juz I.

Zaenudin Jeje, “Metode dan Strategi Penerapan Syari’at Islam di Indonesia”, (Jakarta: Pembela Islam Media. 2015).

Zaidan Abdul Karīm, “Pengantar Studi Syari’ah Mengenal Syari’ah Islam Lebih Dalam”, (Jakarta, Robbani Press, 2008).




DOI: http://dx.doi.org/10.30868/am.v6i2.304

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

Jl. Raya Dramaga KM. 7

Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat

Kota Bogor

Telp: 0251-8625187
HP: 0812 2220 2006
email: lppm@staialhidayahbogor.ac.id

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.