TAQNĪN AL-AHKĀM DALAM LINTAS SEJARAH

Lutfi Lukman Hakim, Fachri Fachrudin

Sari


Dalam istilah Umar Sulaiman al-Asyqar
1
disebut fase taqlîd dan jumud. Bahwa
telah terjadi dekadensi pemahaman syariah menjadi teks-teks dan pendapat fuqaha
bukan lagi al-Qur‟an dan Hadits, sehingga yang menjadi kekuatan adalah „sabda‟
para imam madzhab, sekalipun menjadi mujtahid hanya dalam kapasitas mujtahid
madzhab dan bukan mujtahid mutlak. Realitas ini terjadi secara masif untuk
seluruh pengikut madzhab fîqh tanpa terkecuali dan muncul sebagai kelanjutan
dari periode sebelumnya. Sebagai fase paling lama, periode ini membentang
sekitar sembilan abad dan menyaksikan keruntuhan dinasti Abasiyyah dan
kekaisaran Utsmani, ekspansi kekuatan militer dan politik Barat, dan revolusi
industri serta dominasi kolonial atas wilayah-wilayah muslim oleh Eropa.
Kekuasaan kolonial menyebarkan doktrin dan kode hukum mereka sendiri di
hampir semua wilayah hukum. Akibatnya fiqh kehilangan sentuhan dengan
realitas sosial dan menjalani satu periode stagnasi yang tanpa henti.

Keyword: taqnin, madzhab


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

Jl. Raya Dramaga KM. 7

Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat

Kota Bogor

Telp: 0251-8625187
HP: 0812 2220 2006
email: lppm@staialhidayahbogor.ac.id

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.