PANDANGAN IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM SYAFI'I TENTANG AL-ISTIHSAN

Eka Sakti Habibullah

Abstract


Pasca wafatnya Rasulullah Saw, permasalahan yang menyangkut agama terus bermunculan. Terlebih permasalahan fikih, yang tidak hanya permasalah klasik, tetapi permasalah baru pun  muncul,  yang  tentu  saja  membutuhkan  penyelesaian  ijtihad  dari  para  ulama.  Maka Ulama merumuskan  kaidah-kaidah(metodologi) guna mempermudah bagi kaum muslimin untuk mengambil hukum atas suatu permasalahan yang sifatnya ijtihadi. Tulisan ini akan membahas satu metode diantara metode-metode yang diperselisihkan (al-mukhtalaf   fiha) yaitu metode al- istihsan serta perbedaan antara fuqaha hanafi dan fuqaha syafi‟i di dalam masalah ini, terutama pandangan fuqaha hanafiyah dan fuqaha syafi‟iyah juga titik temu di antara  dua  madzhab.Explanation  methode  dan  studi  komparasi  menjadi  metode  dalam tulisan ini .

 

Key Word: Ijtihad, Kaidah, Mukhtalaf fiha.

Full Text:

PDF
DOI: http://dx.doi.org/10.30868/am.v4i07.156 <

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Eka Sakti Habibullah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Jl. Raya Dramaga KM. 7

Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat

Kota Bogor

Telp: 0251-8625187
HP: 0812 2220 2006
email: admin@staiabogor.ac.id

 

Lisensi Creative Commons
The work is distributed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License..

OUR VISITOR