KONTEKSTUALISASI HUKUM ISLAM DI INDONESIA

Muhammad Syakur Chudlori

Abstract


Teks Al-Qur’an sudah jelas ia terkumpul dalam suatu mushhaf yang berisi 114 surat

yang dimulai dari surat al-Fatihah sampai dengan surat al-Nas yang terdiri dari 30 juz. Nabi Muhammad  yang diutus sebagai nabi terakhir dan untuk seluruh umat telah wafat dan teks Al-Qur’an dengan  sendirinya   berhenti, namun al-waqa’i  (kejadian- kejadian) akan terus berlangsung, maka untuk itu penafsiran terhadap Al-Qur’an akan sangat   berperan.   Kontekstualisasi  hukum  Islam  adalah   salah   satu  metode  yang digunakan  oleh para  ahli  hukum Islam dalam  memahami ayat-ayat  Al-Qur’an dan hadits   Nabawi  berdasarkan   realitas   terkini.  Para   ulama  telah   mengembangkan bagaimana  hukum Islam harus senantiasa  up to date hingga bisa dilaksanakan kapan saja,  di mana saja  dan dalam keadaan  bagaimanapun  juga. Model kontekstualisasi hukum Islam dapat dilakukan dengan melakukan penafsiran dengan metode pendekatan yang didasarkan pada realitas dan perkembangan ilmu pengetahuan di dunia. Dengan ini diharapkan hukum Islam akan senantiasa  bisa langgeng seiring dengan perkembangan umat manusia.

 

Key Word:  Kontekstualisasi Hukum, tafsir Ahkam, Fiqh, Indonesia.

Full Text:

PDF
DOI: http://dx.doi.org/10.30868/am.v3i05.141 <

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Muhammad Syakur Chudlori

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Jl. Raya Dramaga KM. 7

Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat

Kota Bogor

Telp: 0251-8625187
HP: 0812 2220 2006
email: admin@staiabogor.ac.id

 

Lisensi Creative Commons
The work is distributed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License..

OUR VISITOR