TOLERANSI MENURUT SYEKH ‘ABDURRAHMAN BIN NASHIR AL-SA’DI DALAM KITAB TAFSIR TAISIR AL-KARIM AL-RAHMAN FI TAFSIR AL-KALAM AL-MANNAN

M Thoriqul Huda, Luthfiah Luthfiah

Abstract


Perbedaan merupakan hal yang bersifat tetap dan terus menerus. Manusia merupakan hayawan nathiq (makhluk berakal) tentu memiliki pemikiran dan pendapat masing-masing mengenai suatu hal. Seperti realita yang ada, manusia memiliki berbagai macam bahasa, budaya, tradisi, dan agama. Lingkungan yang berbeda membuat mereka memiliki perbedaan-perbedaan. Tanpa perbedaan, hidup tidak akan berwarna, hanya begitu-begitu saja, serta, tidak ada hikmah yang dapat dipetik. Dengan perbedaan, manusia bisa mempelajari sesuatu yang tidak dimilikinya tapi dimiliki orang lain. Kemudian mencoba menghargai dan tidak menjadikannya sebagai pembatas dalam pergaulan sosial. Agama adalah suatu jalan menuju kebenaran. Di dalamnya terdapat langkah-langkah yang telah terkonsep sedemikian rupa untuk dijalankan oleh penganutnya. Pemeluk suatu agama meyakini kebenaran ada pada agamanya masing-masing. Hal tersebut alami, sebab pada dasarnya manusia itu membanggakan apa yang mereka miliki. Termasuk dalam masalah agama yang telah turun-temurun menjadi kepercayaan suatu kaum. Setiap agama mengajarkan pada kebaikan dan melarang pada kejelekan. Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk berbuat jahat kepada sesama, hingga terjadi permusuhan atau pertikaian. Agama apapun di dunia ini mengarahkan umatnya untuk menjalani kehidupan dengan sejahtera. Islam sebagai agama yang merupakan salah satu agama yang diberkahi kitab samawi juga tidak lepas tangan mengenai urusan perbedaan antar umat beragama. Melalui firman-firman Allah yang tertera dalam kitab-Nya, umat islam diberi pengetahuan tentang sikap-sikap dalam bersosialisasi dengan umat agama yang lain. Islam dikenal sebagai rahmat bagi seluruh alam. Ajarannya membawa kemaslahatan tidak hanya bagi pemeluknya, tapi juga selainnya. Jika ditemukan pemeluknya yang tidak membawa rahmat, maka sebenarnya agama yang dia pegang hanya sebagai formalitas tanpa ada penghayatan.

Kata kunci: Toleransi, tafsir al-Sa’di




DOI: http://dx.doi.org/10.30868/at.v4i01.390 <

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Jl. Raya Dramaga KM. 7

Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat

Kota Bogor

Telp: 0251-8625187
HP: 0812 2220 2006
email: lppm@staialhidayahbogor.ac.id

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.