TEKNIK INTERPRETASI DALAM TAFSIR AL QUR’AN DAN POTENSI DEVIASI PENERAPANNYA MENURUT ILMU DAKHIL

Sihabbudin Afroni

Abstract


ABSTRACT
This paper describes the classification of interpretation, especially in terms of methods
and techniques of interpretation. The methods and techniques that emerged in this study of
the science of interpretation is very diverse and starting point on the tendency and interest
of the scholar of the interpreter. Also presented are other factors of the emergence of
various methods and styles of interpretation known in the study of the science of Tafsir.
Variations and differences of interpretation is a necessity but it does not mean the Qur'an is
free of interpretation. A mufassir must be bound by the rules of interpretation proposed by
the 'ulama. But sometimes carelessness of the mufassir in accepting secondary texts or
other non-selective causes can potentially lead to irregularities and errors in interpretation.
Ijtihad they are influenced by the ability of capability, linguistic knowledge, interest in
study, text references, flow affiliation, customs, methods and techniques of different
interpretations make misinterpretation difficult to avoid. Erroneous interpretation is the
object of science research Dakhil. Globally the author introduces in this paper the Dakhil
science methodology. Writing this paper using a qualitative method approach that comes
from various books relating to the above problems. The author attempts to explain his
analysis exposively in order to explain or provide insight into the topics covered.

ABSTRAK
Makalah ini memaparkan klasifikasi tafsir terutama dari sisi metode dan teknik
interpretasi. Metode dan teknik yang muncul dalam penelitian ilmu tafsir ini sangat
beragam dan bertitik tolak pada kecenderungan dan minat keilmuan sang penafsir.
Dipaparkan pula faktor-faktor lain dari munculnya beragam metode dan corak tafsir yang
dikenal dalam penelitian ilmu Tafsir. Variasi dan perbedaan tafsir adalah suatu keniscayaan
namun bukan berarti Al-Qur‟an bebas tafsir. Seorang mufassir mesti terikat dengan kaidahkaidah

penafsiran yang dikemukakan ulama. Namun terkadang kecerobohan mufassir
dalam menerima teks-teks sekunder atau sebab-sebab lain yang tidak selektif itulah yang
dapat berpotensi menimbulkan penyimpangan dan kekeliruan dalam penafsiran. Ijtihad
mereka dengan dipengaruhi oleh kemampuan daya tangkap, pengetahuan bahasa, minat
kajian, referensi teks, afiliasi aliran, adat istiadat, metode dan teknik inetrpretasi yang
berbeda menjadikan kekeliruan tafsir sulit untuk dihindari. Kekeliruan Tafsir inilah yang
menjadi objek penelitian ilmu Dakhil. Secara global penulis mengenalkan dalam makalah
ini metodologi ilmu Dakhil tersebut. Penulisan makalah ini menggunakan pendekatan
metode kualitatif yang bersumber dari berbagai buku yang berkaitan dengan permasalahan
di atas. Penulis berupaya menjelaskan analisisnya secara eksposisi dengan tujuan untuk
menjelaskan atau memberikan pengertian topik yang dibahas.
Keywords: Tafseer Classification, Interpretation Method, Interpretation Technique,
Technique, Linguistics, Systemic, Socio Historical, Science Dakhil.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.30868/at.v3i01.256

Refbacks

  • There are currently no refbacks.