Ikrar Talak di Pengadilan Perspektif Ma’anil Hadis

Amin Iskandar, Ahmad Zaeni

Abstract


Pemahaman klasik terhadap hadis-hadis Nabi saw mengenai jatuhnya talak tidak dapat menjamin kemaslahatan ketika dipraktekkan di masyarakat. Kondisi tersebut melatarbelakangi terjadinya dinamika Undang-Undang Perkawinan yang mengharuskan ikrar talak di Pengadilan. Penelitian ini mengkaji tentang ikrar talak di Pengadilan perspektif ma’anil hadis, Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode istiqro (induktif) dan muqaranah (komparatif), sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosio historis dan psikologis. Hasil penelitian ini adalah, pertama, pemahaman hadis-hadis tentang talak dengan perspektif sosio historis dan psikologis mengungkap nilai-nilai universal yang terkandung di dalamnya, yaitu nilai kebahagiaan dengan cara mempertahankan perkawinan dan nilai keadilan; kedua, Undang-Undang mengenai ikrar talak di Pengadilan memiliki urgensi dalam rangka mengawal nilai-nilai universal tersebut.

Keywords


hadis-hadis talak, pemahaman hadis, ma’anil hadis, undang-undang perkawinan, nilai universal.

References


Abd al-Barr, Ibn. (1993). Al-Istidzkâr, tahq. Abdul Mu’thi Amin Al-Qal’aji, cet. ke-1, Jilid 17, Kairo, Dâr al-Wa’y.

Al-Bukhârî. (2006). Shahîh al-Bukhârî, Riyâdl, ed. Ibn Umar ‘Allawsy Maktabah al-Rusyd.

Abu Daud. (1997). Sunan Abi Daud, Jilid 2, ed. ‘Izzat ‘Ubaid al-Da’âs dan ‘Âdil, Beirut, Dâr Ibn Hazm.

Abustam. (2016). Pelaksanaan Ikrar Talak di Hadapan Sidang Pengadilan Agama (Suatu Tinjauan Filsafat Hukum Islam), Jurnal Al-Risalah, (2), 2, 159-178.

Andri, Muhammad. (2021). Increasing Divorce During the Covid-19 Pandemic In Jombang Regency, Jurnal Yusticia Fakultas Hukum Universitas Darul ‘Ulum Jombang, (10), 1, 15-24.

Al-Anshârî, Zakariyyâ. (2000) Asnâ al-Mathâlib, tahq. Muhammad Tamir, cet. ke-1, juz 3, Beirut, Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyah.

Dewi, N. & Silaswaty, F. (2019). Perbedaan Pemahaman Konsep Ikrar Talak Menurut Putusan Pengadilan Agama dengan Syariat Islam. (3), 1, 20-29. DOI 10.33087/wjh.v3i1.53.

Fikri dkk. (2019). Kontekstualisasi Cerai Talak dalam Fikih dan Hukum Nasional di Indonesia. Jurnal Al-Ulum, (19), 1, 151-170. 10.30603/au.v19i1.643.

Al-Hamd, Muhammad ibn Ibrahîm, (2019). Riyâdl, Dâr al-Hadlârah li al-Nasyr wa al-Tauzî'.

Hayati, V. (2015). Dampak Yuridis Perceraian Di Luar Pengadilan, Jurnal Hukum Samudra Keadilan (10), 2, 215-227.

Heniyatun, dkk. (2020). Pemberian Mut’Ah Dan Nafkah Iddah Dalam Perkara Cerai Gugat, Profetika: Jurnal Studi Islam, (21), 1, 39-59. 10.23917/profetika.v21i1.11647

Ibn Mâjah. tt. Sunan Ibn Mâjah, ed. Muhammad Fu’âd, Beirut, ‘Abd al-Bâqî, Dâr Ihyâ al-Kutub al-‘Arabiyyah.

Lasyin, Musa Syahin. (2002). Al-Manhal al-Hadis fi Syarhi al-Hadis, cet. ke-1, Juz 4, Kairo, Dar al-Madâd al-Islami.

Mahkamah Agung RI. (2011). Himpunan Peraturan Perundang-Undangan Yang Berkaitan Dengan Kompilasi Hukum Islam Serta Pengertian Dalam Pembahasannya.

Makinudin. (2011). Ikrar Talak di Depan Sidang Pengadilan Agama (Analisis Penerapan Kaidah Tafsir ‘Amr dan ‘Am), Al-Hukama, The Indonesian Jornal of Islamic Family Law, (1), 1.

Al-Malibari, Zainuddin. (2004). Fath al-Mu’în, Beirut, Dâr Ibn Hazm.

Ma'luf, Louis. (1986). Al-Munjid fî al-Lughah wa al-A'lam. tt.

Mandzur, Ibn, tt. Lisan al-Arab, jilid 2, Kairo, Dar Al-Ma’arif.

Mansari, dkk. (2021). Penetapan Nafkah ‘Iddah Melalui Hak Ex Officio Bagi Istri Nusyuz, (14), 2, 271-290. DOI: 10.29123/jy.v14i2.432.

Al-Mawardi. (1994). al-Hâwî Fi Fiqh al-Syîâfi’i, Dâr al-Kutub al-Ilmiyyah.

Al-Mazru’, (1434). Ilzâm Waliyy al-Amr, Riyâdl, Maktabah al-Malik Fahd al-Wathaniyah.

Muslim. (1998). Shahîh Muslim, Riyâdl, Dâr al-Mughnî.

Mustaqim, Abdul. 2016. Ilmu Ma’anil Hadis, Paradigma Interkoneksi, Yogyakarta, Idea Press Yogyakarta.

Al-Muthairî. (1411). Ittihâf ak-Khillân Bi Huqûq Al-Zawjain Fî Al-Islâm, Riyâdl, Dâr Al-‘Âashimah.

Al-Na’im, Abdullah Ahmed. (1997). Dekonstruksi yari’ah, terj. Ahmed Suaedy dan Amiruddin Arrani, Yogykakarta, LkiS.

Al-Nasâ’î. tt. Sunan al-Nasâ’î, Riyâdl Bait al-Afkâr al-Dawliyyah.

Al-Nawawi. tt. Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, tahq Muhammad Najîb al-Muthî’î, juz 18, Jedda, Maktabah al-Irsyâd.

Prawirohamidjojo, Soetojo dan Marthalena Pohan. (1996). Sejarah Hukum Perceraian di Indonesia dan Belanda. Surabaya, Airlangga University Press.

Al-Qaradlâwî, Yusuf. (2002) Kaifa Nata’âmal ma’a al-Sunnah al-Nabawiyyah, cet. ke-2, Kairo, Dar al-Syuruq.

Al-Qurthûbî. (2006). Al-Jâmi’ Li Ahkâm al-Qur’ân, Beirut, Muassasah Al-Resalah.

Rahmiati & Elfiani. (2020) Esensi Tenggang Waktu Sidang Ikrar Talak di Pengadilan Agama Bukit Tinggi. Al-Hurriyyah: Jurnal Hukum Islam, (5), 2. 146-159. DOI : 10.30983/alhurriyah.v5i2.3295.

Ramadhani, dkk (2021). Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Angka Perceraian, (2), 1, 88-94.

Rifki, Muhammad Jazil (2021). Sejarah Sosial Talak Di Depan Pengadilan Agama Dalam Undang-Undang Perkawinan Di Indonesia, AL-HUKAMA : The Indonesian Journal of Islamic Family Law, (11), 2, 55-84.

Sabiq, Sayyid. (2004). Fiqhussunnah, cet. ke-1, Kairo, Dar al-Hadis.

Al-Shan’ânî, Subul al-Salâm. (2009). Beirut, Dâr Ibn Hazm.

Al-Shan’ânî, Subul al-Salâm. (1997). tahqiq Muhammad Shubhî Hasan Hallâq, cet. Ke-1, juz 6, Riyâdl, Dâr Ibn al-Jawzî.

Syaifuddin, Muhammad. (2013). Hukum Perceraian, Jakarta Timur, Sinar Grafika.

Syatta, Muhammad. tt. I’ânah al-Thâlibîn, Beirut, Dar al-Fikri.

Al-Syirâzî. (1992). Al-Muhadzdzab, Damaskus, Dâr al-Qalam.

Al-Tirmidzî. tt. Jâmi’ al-Tirmidzî, Riyâdl Bait al-Afkâr al-Dawliyyah.

Wijayanti, U. T. (2021). Analisis Faktor Penyebab Perceraian Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Banyumas, Jurnal Ilmu Kel. & Kons., (14), 1, 14-26. DOI: http://dx.doi.org/10.24156/jikk.2021.14.1.14.


DOI: http://dx.doi.org/10.30868/at.v7i01.2495 <

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Jl. Raya Dramaga KM. 7

Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat

Kota Bogor

Telp: 0251-8625187
HP: 0812 2220 2006
email: admin@staiabogor.ac.id

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.