Implementasi Fintech Syariah di PT. Investree Ditinjau Berdasarkan Fatwa DSN-MUI No : 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah

Trisna Taufik Darmawansyah, Yani Aguspriyani

Abstract


Fintech di dunia digital diawali dengan kemajuan teknologi di bidang keuangan. Di Indonesia, perusahaan yang memanfaatkan fintech baru muncul beberapa tahun belakangan. Fintech mulai muncul pada bulan September tahun 2015 yang tergabung dalam Asosiasi Fintech Indonesia (AFI) yang bertujuan untuk menyelenggarakan partner bisnis dan membangun ekosistem fintech di Indonesia. Dalam waktu singkat tahun 2006-2007 mengalami perkembangan dari 7%-78%. Salah satunya yang ikut berkecimpung dalam dunia bisnis fintech adalah PT. Investree. Terkait perkembangan tersebut dapat di indikasi dalam penerapan implementasi fintech di Indonesia. Berdasarkan latar belakang, maka analisa permasalahan dirumuskan dalam bentuk pertanyaan berikut : Pertama, bagaimana konsep Fatwa DSN-MUI No: 117/DSN-MUI/II/2018 Tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah. Kedua, bagaimana implementasi produk Peer to peer lending (P2PL) di PT. Investree. Dan Ketiga, bagaimana tinjauan Fatwa DSN-MUI No: 117/DSN-MUI/II/2018 Tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah terhadap P2PL di PT. Investree. Investree adalah sebuah perusahaan  fintech, yang menyediakan layanan perantara untuk proses peer to peer lending. Investree tidak turun langsung dalam aktivitas pinjam meminjam. Tetapi hanya menyediakan platform untuk memfasilitasi prosesnya, administrasi akun borrower dan lender. Investree melakukan inovasi dengan mengeluarkan produk berbasis syariah yang dikeluarkan sejak akhir tahun 2017. Beberapa produknya yaitu pembiayaan usaha syariah atau invoicefinancing syariah dan pembiayaan modal kerja (online sellerfinancing sharia). Produk invoicefinancing ini sudah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No.117/DSN-MUI/II/2018 karena produk invoicefinancing ini sama dengan anjak piutang/factoring. Produk Pemberian Modal Kerja juga sudah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No.117/DSN-MUI/II/2018.


References


Maya, R. (2016). Revitalisasi Keteladanan dalam Pendidikan Islam: Upaya Menjawab Peluang dan Tantangan Pendidikan Islam di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 05(09).

Maya, R. (2017). Pemikiran Pendidikan Muhammad Quthb tentang Metode Keteladanan (Al-Tarbiyah bi Al-Qudwah). Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 06(11).

Maya, R. (2018). Pemikiran Al-Sa’dî tentang Kriteria Pegawai Profesional: Stusi terhadap Q.S. Al-Qashash [28]: 26, Hadist-hadits Terkait dan Kajian Lainnya. Ad-Deenar: Jurnal Perbankan Syariah, 02(01).

Sumber dari Buku

Fatwa DSN-MUI NO. 117/DSN-MUI/II/20118 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah.

Fintech Office Bank Indonesia, Financial Technology Perkembangan dan Respons Kebijakan Bank Indonesia. Jakarta: Bank Indonesia.

Peraturan Bank Indonesia No. 19/12/PBI/2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial.

Situs Resmi PT Investree, https://www.investree.id.

Teknologi Keuangan (Fintech): Konsep dan Implementasinya di Indonesia, Warta Fiskal Edisi 5 Tahun 2017.


DOI: http://dx.doi.org/10.30868/ad.v3i2.495 <

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Trisna Taufik Darmawansyah

Jl. Raya Dramaga KM. 7

Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat

Kota Bogor

Telp: 0251-8625187
HP: 0812 2220 2006
email: lppm@staialhidayahbogor.ac.id

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.